Jumat, 14 September 2012

Psikodiagnotik II (OBSERVASI)


11 September 2012

à Metode terpenting dalam penelitian adalah observasi dan wawancara yang akan menjadi penelitian ilmiah terutama dalam dunia Psikologi.
Setiap hari semua orang mengobservasi perilaku. Ilmuan, juga bersandar pada observasi untuk mempelajari banyak hal tentang perilaku. Tetapi observasi sehari harikita dan observasi yang di lakukan ilmuan berbeda. Seperti membuat catatan atau rekaman formal dari pengamatan kita. Observasi ilmiah, di lain pihak, di lakukan dalam kondisi yang di tetapkan secara tepat, dengan carayang sistematis dan objektif, dengan pencatatan yang teliti.
Tujuan utama observasional adalah untuk mendesskripsikan perilaku. Observasi menjadi sumber yang kaya bagi berbagai hipotesis tentang prilaku. Ilmuan observer (ilmuan pengamat) tidak selalu mencatat perilaku secara pasif pada saat perilaku itu terjadi. Para ilmuan itu melakukan intervensi untuk menciptakan berbagai situasi khusus untuk mengobservasi mereka.

 Mengambil Sample Perilaku

àBila catatan lengkap tentang perilaku tidak di peroleh, peneliti berusaha mendapatkan sample      representif dan perilaku.
àSejauh mana observasi dapat digeneralisasikan (validitas eksternal) bergantung pada cara sample perilaku itu di ambil.
àValiditas berhubungan dengan “trurhfulness” (tingkat kepercayaan)
àTime sampling
àTime sampling mengacu pada peneliti yang memilih interval waktu untuk melakukan observasi secara sistematis atau acak.
àJika peneliti tertarik pada kejadian-kejadian yang jarang terjadi, mereka menyandarkan diri pada event sampling ( sampling kejadia ) untuk mengambil sample perilaku.
àSituation sampling
àMelibatkan observasi perilaku di banyak lokasi yang berbeda dan dalam keadaan dan kondisi yang berbeda beda mungkin.


Klasifikasi Metode Observasional
               
                àMetode-metode observasional dapat di klasifikasikan sebagai “observasi dengan        intervensi”atau “observasi tanpa intervensi”.
                àMetode untuk mencatat perilaku dapat di klasifikasikan dalam hubungannya dengan berapa banyak perilaku yang di catat.
àObservsi tanpa intervensi
                àNaturalistic observation (observasi naturalis), observasi terhadap perilaku dalam setting          alamiah, tanpa upaya dari pihak pengamat untuk mengintervensi.
àObservasi dengan intervensi
àPartisipan observation (observasi partisipan) : pengamat (observer) memainkan peran ganda, yaitu mengobservasi perilaku orang orang dan sekaligus berpartisipasi secara aktif dalam situasi yang sedang mereka observasi.
àObservasi terstruktur
                àStrukturred observation (observasi terstruktur) : pengamat melakukan intervensi untuk         menyebabkan timbulnya sesuatu kejadian atau untuk “merancang” sebuah situuasi sehingga  kejadian yang di maksud sudah dapat di catat secara lebih mudah dibanding bila tanpa    intervensi.

 
DAFTAR PUSTAKA
J. Shaughnessy, John (et.al.), Metodologi Peneltian Psikologi, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2007 (edisi ke tujuh).


1 komentar:

  1. Intan ... thanks sdh mau berbagi kembali...keep on writing and sharing ya...better 1ndONEsia...

    BalasHapus