11 September 2012
à
Metode terpenting dalam penelitian adalah observasi dan wawancara yang akan
menjadi penelitian ilmiah terutama dalam dunia Psikologi.
Setiap hari semua orang
mengobservasi perilaku. Ilmuan, juga bersandar pada observasi untuk mempelajari
banyak hal tentang perilaku. Tetapi observasi sehari harikita dan observasi
yang di lakukan ilmuan berbeda. Seperti membuat catatan atau rekaman formal
dari pengamatan kita. Observasi ilmiah, di lain pihak, di lakukan dalam kondisi
yang di tetapkan secara tepat, dengan carayang sistematis dan objektif, dengan
pencatatan yang teliti.
Tujuan utama observasional adalah
untuk mendesskripsikan perilaku. Observasi menjadi sumber yang kaya bagi
berbagai hipotesis tentang prilaku. Ilmuan observer (ilmuan pengamat) tidak
selalu mencatat perilaku secara pasif pada saat perilaku itu terjadi. Para ilmuan
itu melakukan intervensi untuk menciptakan berbagai situasi khusus untuk
mengobservasi mereka.
Mengambil
Sample Perilaku
àBila catatan lengkap tentang
perilaku tidak di peroleh, peneliti berusaha mendapatkan sample representif dan perilaku.
àSejauh mana observasi
dapat digeneralisasikan (validitas eksternal) bergantung pada cara sample
perilaku itu di ambil.
àValiditas berhubungan
dengan “trurhfulness” (tingkat kepercayaan)
àTime
sampling
àTime sampling mengacu
pada peneliti yang memilih interval waktu untuk melakukan observasi secara
sistematis atau acak.
àJika peneliti tertarik
pada kejadian-kejadian yang jarang terjadi, mereka menyandarkan diri pada event
sampling ( sampling kejadia ) untuk mengambil sample perilaku.
àSituation
sampling
àMelibatkan observasi
perilaku di banyak lokasi yang berbeda dan dalam keadaan dan kondisi yang
berbeda beda mungkin.
Klasifikasi Metode Observasional
àMetode-metode
observasional dapat di klasifikasikan sebagai “observasi dengan intervensi”atau “observasi tanpa
intervensi”.
àMetode untuk mencatat
perilaku dapat di klasifikasikan dalam hubungannya dengan berapa banyak perilaku yang di catat.
àObservsi
tanpa intervensi
àNaturalistic
observation (observasi naturalis), observasi terhadap perilaku dalam setting alamiah, tanpa upaya dari pihak
pengamat untuk mengintervensi.
àObservasi
dengan intervensi
àPartisipan
observation (observasi partisipan) : pengamat (observer) memainkan peran ganda,
yaitu mengobservasi perilaku orang orang dan sekaligus berpartisipasi secara
aktif dalam situasi yang sedang mereka observasi.
àObservasi
terstruktur
àStrukturred observation
(observasi terstruktur) : pengamat melakukan intervensi untuk menyebabkan timbulnya sesuatu kejadian
atau untuk “merancang” sebuah situuasi sehingga kejadian
yang di maksud sudah dapat di catat secara lebih mudah dibanding bila tanpa intervensi.
DAFTAR
PUSTAKA
J.
Shaughnessy, John (et.al.), Metodologi Peneltian Psikologi, Yogyakarta :
Pustaka Pelajar, 2007 (edisi ke tujuh).
Intan ... thanks sdh mau berbagi kembali...keep on writing and sharing ya...better 1ndONEsia...
BalasHapus